Bantencorner’s Weblog


Sang Jenderal
Februari 1, 2008, 2:27 am
Filed under: Kolom

Gajah mati meninggalkan gading
Harimau mati meninggalkan belang
Sang Jenderal mati meninggalkan kontroversi

21 MEI 1998. Di layar kaca tampak sosok orang tua yang sudah begitu ringkih dimakan usia. Dalam suasana khidmat tetapi diliputi ketegangan, orang tua itu berpidato cukup singkat. Ia menyatakan berhenti dari jabatannya sebagai presiden, sembari menyerahkan tongkat estafeta kepemimpinan kepada sang wakil, BJ Habibie.
Soeharto mengakhiri masa kekuasaannya selama 32 tahun dengan ending yang begitu pahit. Ia lengser dalam suasana penuh tekanan serta hujatan banyak pihak. Ia menjadi sosok paling tersalahkan atas kondisi Indonesia yang tidak menentu kala itu.
Hujatan dan makian yang dialamatkan kepadanya datang bertubi-tubi dari segala penjuru. Dalam aksi-aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa maupun elemen masyarakat lain, baik sebelum maupun sesudah lengsernya, terlihat bagaimana amarah massa terhadap Soeharto dimuntahkan dalam bentuk hujatan melalui spanduk maupun nyanyian massa seperti; “Gantung, gantung, gantung Suharto, gantung Suharto sekarang juga….!”. Atau, pernyataan-pernyataan gagah berani para tokoh dan aktivis reformasi agar Soeharto diadili karena dosa-dosa besarnya selama memimpin republik ini.
Rasa takut terhadap kemungkinan ditangkap aparat karena dianggap sebagai penghinaan alias subversif sama sekali sirna. Padahal, jauh sebelumnya, jangan harap melakukan hujatan. Salah ucap saja bisa diciduk. Tapi, kali ini tidak. Massa malah semakin beringas manakala menyanyikan lagu-lagu hujatan seperti itu. Kekuasaan Sang Jenderal selama 32 tahun seperti lenyap tak berbekas.
Hari-hari berikutnya selepas lengser keprabon, Soeharto terus dihujat sana-sini. Tuntutan pengadilan atas pelanggaran dan berbagai dosa besar yang dilakukannya selama memimpin negeri ini tak pernah reda digaungkan banyak pihak. Hatta, kejaksaan tak kuasa menolaknya. Proses penyidikan dilakukan. Harapan untuk mengadili Soeharto seperti semakin mendekati kenyataan.
Tapi, di sinilah kita kemudian tahu dan sadar bahwa sesungguhnya orang tua itu tidak hilang daya kuasanya. Ia lengser, juga sakit. Dalam sakit dan ketiadaan daya pun hukum ternyata sulit menyentuhnya. Karisma dan wibawanya yang telah begitu mengakar selama puluhan tahun membuat perangkat dan penegak hukum kita ewuh pakewuh terhadapnya. Alih-alih diadili, proses penyidikan justru dihentikan dengan alasan Sang Jenderal dalam kondisi sakit permanen. Ia kian tak tersentuh, bahkan sampai meninggalnya pada 27 Januari lalu.
Yang ada sebaliknya. Di tengah-tengah kondisi kesehatannya yang semakin menurun dan kemudian meninggal, sang jenderal masih memperlihatkan karisma luar biasa. Sakit yang dideritanya justru mengundang empati banyak pihak. Keluarga, kerabat, dan kroninya datang menjenguk. Termasuk musuh-musuh politiknya yang dulu paling lantang menghujat dan menuntut agar Soeharto diadili, berbalik arah dengan melakukan imbauan kepada seluruh rakyat untuk memaafkan Sang Jenderal.
Ketika benar-benar pergi pun, ia masih begitu gagah. Ia dikawal, ditangisi, bahkan diantar begitu banyak orang, dari kaum jelata hingga penguasa. Lagu Gugur Bunga bahkan mengiringi kepergiannya.
***
Jenderal Besar telah pergi. Dalam perginya ia tak hanya mewariskan sejumlah kontroversi bagi bangsa ini, tapi juga meninggalkan simpati, empati, bahkan caci dan maki.
Lalu, sebutan apa yang pantas diberikan untuknya; pahlawankah – seperti diusulkan sejumlah pihak — atau sebaliknya, sebagai penjahat – sebagaimana hujatan yang kerap dialamatkan kepadanya? Sulit untuk dijawab, sesulit kita bersikap kepadanya.**


2 Komentar so far
Tinggalkan komentar

Karena sulit..jadi ga usah dipikiran aja ya pak….

Komentar oleh Nani

Pak Haji, Dia bisa jadi Jenderal Besar di Dunia. Tapi tidak akan bisa jadi Jenderal di akhirat. Hidup Jenderal Naga Bonar…..He…He…He

Komentar oleh Nino Tri




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: