Bantencorner’s Weblog


Belajar dari Kesuksesan John Wood
November 30, 2007, 4:03 am
Filed under: Pustaka

Leaving Microsoft To Change The World

Penulis: John Wood – Pendiri Room to Read
Penerjemah: Widi Nugroho
Penyunting: Hermawan Aksan, Salman Faridi
Penerbit: Bentang (PT. Bentang Pustaka)
Cetakan: I, Agustus 2007

Siapa pun yang mengaku sebagai pecinta buku dan berniat untuk mendirikan perpustakaan, hendaknya belajar terlebih dahulu kepada semangat John Wood. Siapakah dia?

Nama ini memang masih terasa asing di telinga kita. Tapi, sesungguhnya dia memiliki tingkat popularitas yang begitu tinggi di banyak negara karena berhasil membangun lebih dari 3.600 perpustakaan di negara-negara di Asia.

John Wood rela melepas pekerjaannya di perusahaan perangkat lunak terbesar di dunia, Microsoft. Gaji yang besar dan dan jabatannya sebagai Direktur Pengembangan Bisnis Microsoft Cina, ia lepaskan. Ia kemudian memilih dunia barunya yang tentu saja sangat aneh, absurd, dan mengejutkan banyak orang, sehingga sempat memperoleh cibiran sana-sini.

Tapi, cibiran itu berhasil ia balikkan 360 derajat karena kesuksesannya membangun lebih dari 3.600 perpustakaan di negara-negara di Asia, menyumbang dan memublikasikan 3 juta buku, membangun 287 sekolah, serta memberikan 3.400 beasiswa jangka panjang kepada anak-anak perempuan. Atas keberhasilannya ini, John Wood pun memperoleh beragam penghargaan. Ia, misalnya, memperoleh pengakuan sebagai Pemimpin Muda Dunia dari Forum Ekonomi Dunia, disebut pahlawan oleh majalah Time, dan lain-lain.

Kehidupan John Wood berubah 100 persen manakala ia pergi ke Nepal tahun 1998 silam. Di sebuah kedai bir ia berkenalan dengan Pasuphati, pegawai pemerintahan Provinsi Lamjung, Nepal. Lamjung mengaku bertanggung jawab mencari sumber daya bagi 17 sekolah di provinsi pedalaman itu.

Dari ceritanya, John Wood mengetahui soal angka buta huruf di Nepal yang mencapai 70 persen, terburuk di dunia. Hal tersebut disebabkan oleh kemiskinan yang terjadi di nepal, sehingga negara yang berpenduduk 27 juta jiwa itu kesulitan untuk mengupayakan sekolah, guru maupun buku-buku.

Karena penasaran akan apa yang diceritakan Pasuphati, John Wood kemudian mengunjungi sebuah sekolah di Desa Bahundanda. Di sekolah tersebut terdapat ruangan perpustakaan yang melayani 450 siswa tanpa satu buku pun. Apa yang dilihatnya sangat membekas di hati John Wood.

Sepulangnya dari Nepal ke Sydney, Australia, di sela-sela pekerjaannya sebagai direktur Pemasaran Microsft Australia, ia menyurati keluarga, kenalan, dan siapa saja untuk mengumpulkan buku guna dikirim ke Nepal. Di luar dugaan, surat-surat yang dikirimnya mendapat sambutan sangat positif. Berkarung-karung buku dari seluruh penjuru Amerika akhirnya terkumpul dan dikirim ke Bahundanda.

Karena harus membagi konsentrasi antara beraktivitas sosial di Nepal dan bekerja di Microsoft, John Wood pun sempat mengalami kebimbangan. Namun, pada akhirnya John memutuskan untuk keluar dari Microsoft dan memutuskan berkonsentrasi untuk mendirikan Book for Nepal. Dari situ, seluruh hidup John tersedot habis untuk berjualan program dari satu malam dana ke malam dana yang lain, dari Amerika sampai Eropa. Tak terasa, uang simpanannya dari hari kian menyusut.

Tapi John tak patah arang. Ia tetap melanjutkan kerja sosialnya. Books for nepal, yang kemudian pada tahun 2001, seiring dengan ekspansi mereka ke Vietnam, berubah nama menjadi Room to Read, terus tumbuh dengan kombinasi gairah, kerja sama tim, dan disiplin tinggi. Dan kini, setelah tujuh tahun kegiatan itu dirintis, lembaga nirlaba tersebut telah tumbuh besar. Mereka telah berhasil membangun lebih dari 3.600 perpustakaan di negara-negara berkembang di Asia, beserta kegiatan sosial turunannya.

Kisah tentang John Wood ini bisa kita baca dalam buku biografinya yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh penerbita Bentang Budaya dengan judul Leaving Microsoft to Change the World, Kisah Menakjubkan Seorang pendiri 3.600 Perpustakaan di Asia. Bgai para pecinta buku, pengelola perpustakaan, pengelola taman bacaan maupun, pengelola rumah-rumah baca, selayaknya membaca buku tersebut.

Selamat membaca….!**


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: