Bantencorner’s Weblog


Kota Serang, PKS dan Pesimisme
November 22, 2007, 9:06 am
Filed under: Kolom

Jumat pekan lalu (16/11/07), saya diundang secara dadakan untuk tampil menjadi salah satu pembicara dalam diskusi tentang Kota Serang oleh DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Serang di sebuah rumah makan. Selain saya, tampil dua orang pembicara lainnya, yakni Panji Tirtayasa (Asda II Pemkab Serang) yang juga dicalonkan sebagai Sekretaris Kota Pemkot Serang, serta tokoh LSM Iwan Kusuma Hamdan sekaligus orang di balik layar kesuksesan Pasangan Taufik Nuriman dan Andy Sujadi menjadi bupati dan wakil bupati Serang. Diskusi yang dipandu tokoh muda sekaligus pengusaha travel Arif Kirdiat, ini berlangsung gayeng, santai dan sesekali dibumbui derai tawa pembicara dan peserta.

Panji Tirtayasa yang mendapat kesempatan berbicara pertama, lebih banyak mengupas berbagai persoalan yang dihadapi Kota Serang baik dari sisi PAD maupun SDM, dengan tentu saja menggunakan pola pendekatan birokratis. Sementara pembicara kedua Iwan Kusuma Hamdan, lebih banyak mengupas tentang apatisme masyarakat terhadap terbentuknya Kota Serang. Kata Iwan, karena berbagai faktor, masyarakat kurang antusias menyambut kehadiran Kota Serang. Mereka seperti masa bodoh, bahkan terkesan pesimistis, karena dianggap tidak akan membawa perubahan apa-apa bagi peningkatan kesejahteraan.

Adapun saya, karena diundang dadakan sehingga tidak menyiapkan secara khusus materi yang akan disampaikan, lebih bersifat menambahkan atau menguatkan apa yang disampaikan kedua pembicara tersebut. Karena saya orang media (jurnalis), saya mengawali pembicaraan dari apa yang selama ini diungkap media tentang Kota Serang.

Kata saya, pembentukan Kota Serang tidak mengharubiru seperti pembentukan Provinsi Banten. Tak terlihat pelibatan masyarakat sebagaimana jamak terjadi setiap kali dilakukan pemekaran wilayah. Yang mencuat di media massa justru hanya geliat elit, baik elit politik, LSM, maupun birokrasi. Dengan begitu, kesan yang muncul ke permukaan adalah bahwa terbentuknya Kota Serang lebih karena ‘kepentingan’ elit saja, meskipun diperjuangkan atau tidak, Kota Serang akan tetap lahir karena sesuai dengan amanat Undang-Undang.

Di sisi lain, melalui pemberitaan media, saya melihat pembentukan Kota Serang tidak dipersiapkan dengan baik. Hal ini bisa dilihat, hingga dilantiknya Penjabat Walikota Asmudji, kantor administrasi pemerintahan Kota Serang, belum siap ditempati.

Kondisi ini diperparah oleh tarik menarik kepentingan soal siapa yang bakal menjadi sekretaris kota, sehingga sampai tulisan ini dibuat, belum ada tanda-tanda siapa yang bakal ditunjuk untuk menduduki jabatan tersebut. Sementara, hari terus bergulir, pekerjaan mahabesar seperti pembentukan anggota DPRD hingga pemilihan walikota definitif harus segera dilaksanakan dalam waktu dekat. Nah, jika kelambanan dan ‘ketidaksiapan’ ini terus dipertontonkan, bagaimana Kota Serang bisa menjadi kota yang mampu menyejahterakan warganya. Karena itu, wajar jika masyarakat terkesan masa bodoh dan pesimistis terhadap si jabang bayi ini.

***

Dalam sesi tanya jawab, sempat muncul pertanyaan ‘sersan’ alias serius tapi santai. Antara lain pertanyaan tentang apa yang akan dilakukan untuk Kota Serang jika ketiga pembicara dicalonkan oleh PKS untuk menjadi Walikota Serang. Jika kedua orang pembicara, Panji Tirtayasa dan Iwan Kusuma Hamdan, menyampaikan apa saja yang hendak dilakukannya, saya sebaliknya, hanya menjawab singkat saja.

Saya hanya mengatakan menolak dicalonkan dengan alasan tidak punya mahar alias fulus yang bisa diberikan kepada PKS. Karuan, para peserta langsung tertawa. Selain jawaban dianggap lucu, boleh jadi mereka (juga sedang) menertawakan diri sendiri sekaligus partainya karena jawaban itu dianggap menyindir (baca; mencandai) PKS yang dalam beberapa pengalaman pilkada juga tak lepas dari urusan mahar.

Pada kesempatan itu saya juga sempat ditanya mengapa pesimistis terhadap Kota Serang. Jawaban saya juga amat sederhana. Kata saya, sementara ini yang optimis terhadap Kota Serang adalah PKS dan ‘kawan-kawannya’ (baca; partai politik). Apa pasal? Karena setelah ini PKS dan ‘kawan-kawannya’ akan sibuk mengalkulasi berapa kursi yang akan diperoleh di DPRD Kota Serang nanti. Selain itu, juga disibukkan dengan urusan siapa yang akan dicalonkan sebagai walikota.

Dan saya – mungkin juga masyarakat lainnya – tetap pesimis meskipun yang dicalonkan oleh PKS menjadi walikota dan wakil walikota Serang. Sebab, belajar dari pengalaman pemilihan bupati dan wakil bupati Serang dua tahun silam, meskipun pasangan yang dicalonkan PKS berhasil menjadi bupati dan wakil bupati, tapi nyaris tidak ada perubahan dari Kabupaten Serang ke arah yang lebih baik.

Dalam pelayanan publik, misalnya, (sesuai dengan pengalaman empiris saya) pembuatan akta kelahiran saja harus menunggu selama tujuh bulan. Bagi saya, kondisi ini menunjukkan ketidakseriusan pemerintah Kabupaten Serang dalam melayani masyarakatnya. Jadi, sangat beralasan jika saya dan masyarakat pesimistis (sementara ini) terhadap segala yang berbau pemerintahan, partai politik, dan kekuasan, selama semua pihak yang melaksanakannya tidak memiliki ketulusan.

Belajar dari pengalaman pula, saya malah menjadi semakin takut dan tentu saja semakin pesimis bahwa PKS bakal mampu menjaring calon walikota dan wakil walikota sesuai harapan masyarakat — yang tulus, memiliki kecakapan, punya integritas serta akhlakul karimah. Sebaliknya, PKS akan lebih mengejar dan memilih calon yang memiliki mahar alias fulus, dengan mengenyampingkan ketulusan, kecakapan, integritas dan akhlakul karimah tadi. Jika demikian, niscaya masyarakat akan tetap masa bodoh dan pesimistis…!

***

Dan, tulisan ini hanyalah sebuah catatan kritis dari seorang ‘pembicara dadakan’, sehingga apa yang disampaikan pun lebih bersifat ‘dadakan’.****

 

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: