Bantencorner’s Weblog


Polisi Gagalkan Pengiriman Belasan TKW Ilegal
November 13, 2007, 4:32 am
Filed under: News

PANDEGLANG – Sedikitnya 15 tenaga kerja wanita (TKW) illegal atau tanpa dilengkapi dokumen resmi, asal Pandeglang, digagalkan jajaran Polres Pandeglang, Senin (12/11). Namun polisi belum menahan dan menetapkan satu orang pun sebagai tersangka dalam kasus ini. Karena polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah orang yang dianggap mengetahui seluk-beluk TKW tersebut. TKW juga sudah siap berangkat ke Arab Saudi dengan berbekal pakaian yang sudah di masukkan ke tas besar.

Berdasarkan informasi yang diperole Radar Banten, rencananya belasan TKW itu akan diberangkatkan ke Arab Saudi sebagai pembantu rumah tangga. Sebagian besar TKW itu berasal dari Panimbang, Angsana, dan daerah lainnya di Pandeglang Selatan. Terungkapnya kasus ini karena kecurigaan polisi terhadap tiga mobil carry yang mengangkut TKW. Kemudian tepat di pertigaan Cipacung, Pandeglang, polisi memberhentikan mobil itu dan membawanya ke Mapolres Pandeglang untuk dimintai keterangan.

Benar saja, setelah diintrogasi, keberangkatan para TKW itu tanpa dilengkapi surat resmi. Namun ada dua TKW yang dinyatakan lengkap dokumennya yakni Eroh warga Cibodas, Kecamatan Angsana, Pandeglang, dan Teti warga Kecamatan Munjul.

Kapolres Pandeglang AKBP Mamat Surahmat ketika dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah menggagalkan TKW illegal tersebut. “Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah orang yang dianggap mengetahui asal-usul TKW itu. Kami masih melakukan pendalaman,” paparnya.

Ketika disinggung apakah sudah ada yang dijadikan tersangka, Kapolres menyatakan belum. “Belum ada tersangka, kami masih melakukan pendalaman,” kilahnya.

Apabila setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan unsur penipuan atau tindak pidana lainnya, kata Kapolres, maka pihaknya akan memroses sesuai hukum yang berlaku. Kapores juga tidak memberikan identitas TKW tersebut.

“Namun apabila ada pelanggaran adminitrasi maka kami akan menyerahkannya ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrasn) untuk dibina. Dan dalam menangani kasus ini, kami juga sudah berkoordinasi dengan Disnakertarns Pandeglang,” ujar Kapolres.

Kabid Penempatan dan Pelatihan Tenaga Kerja Disnakertrans Pandeglang Subiyanto didampingi Kasi Penempatan Tenaga Kerja Muslih, ketika dikonfimrasi membenarkan. “Kami hanya berkoordinas saja dengan kepolisian,” ujar Subiyanto.

Dijelaskan, setelah dilakukan pengecekan berkas, ternyata dari sekian banyak TKW, hanya dua orang yang dilengkapi surat resmi yakni Eroh dan Teti, keduanya direkrut melalui PJTKI asal Jakarta PT Young Biba Abadi. “TKW yang lainnya kami tidak tahu. Itu urusan polisi,” katanya.

Dua orang TKW yang diduga illegal yakni Saeni dan Tami ketika ditemui Radar Banten mengatakan, dirinya tidak tahu akan digaji berapa oleh majikannya nanti. TKW asal Panimbang ini mengaku sudah mempunyai suami dan anak. Mereka mengaku dibawa oleh seorang calo TKW dan dijanjikan bekerja di Arab Saudi sebagai pembantu rumah tangga. Calon TKW ini mengaku mengantongi surat-surat resmi, tetapi ketika dimintai menunjukkan, mereka tidak mau. “Surat-surat saya lengkap kok,” kilahnya. (adj)

Sumber: Radar Banten edisi Selasa 13 November 2007


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: