Bantencorner’s Weblog


Santap Lobster, Bupati Lebak Keracunan
November 5, 2007, 3:49 am
Filed under: News

Langsung Dilarikan ke Rumah Sakit 

RANGKASBITUNG-Sejumlah pejabat, politikus, dan stakeholder Kabupaten Lebak, Sabtu (3/11) terkejut, mengetahui Bupati Mulyadi Jayabaya dirawat di RS Siloam Gleaneagles, Tangerang, karena diduga keracunan setelah menyantap udang lobster di salah satu hotel berbintang di Jakarta. Beruntung, musibah ini tidak merenggut nyawa orang nomor satu di Lebak tersebut.

Dugaan keracunan terhadap politikus PDIP ini semakin kuat sebab kondisi serupa juga dialami Engkus, pengusaha asal Lebak yang tak lain merupakan adik ipar Jayabaya. Selain itu, Kepala BPPS Banten Ajibulwaton juga ikut terbaring lemah namun di rumah sakit berbeda yakni di RS Missi Lebak.

Informasi dirawatnya Jayabaya sempat menggegerkan publik terutama mereka yang dikenal dekat dengan ketiga korban. Puluhan pejabat, politikus, dan pengusaha Lebak langsung berdatangan ke RS Siloam untuk mengetahui kondisi Jayabaya dan adik iparnya, Engkus.

Kepala Bagian Humas Setda Lebak Encep Haerudin saat dikonfirmasi membenarkan. Kata dia, atasannya itu hingga kemarin masih terbaring di RS Siloam bersama H Engkus. Sementara, Ajibulwaton dirawat di RS Missi Lebak sebab kondisi Ajibulwaton tidak terlalu parah. “Menurut informasi, Pak Ajib sempat muntah sehingga tidak terlalu parah mengalami keracunan. Namun, tetap saja mesti dirawat dan dirujuk ke RS Missi Lebak,” terangnya.

Masih menurut Encep, akhir pekan lalu, Mulyadi Jayabaya berada di Jakarta dalam rangka melakukan lobi dengan pemerintah pusat dan sejumlah aktivitas kenegaraan lain. Jayabaya menginap di salah satu hotel berbintang di Jakarta. Saat santap sore, Jayabaya memesan makanan kesukaan yakni udang lobster bertiga dengan Engkus dan Ajibulwaton. Namun beberapa saat kemudian ketiganya langsung merasakan mulas yang luar biasa di bagian perut hingga dilarikan ke RS Siloam. “Setiap akhir pekan memang biasanya Bapak di Jakarta untuk kepentingan lobi dengan investor atau pemerintah pusat,” terang Encep.(asa) 

Sumber: Radar Banten, Senin 5 November 2007